MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI MENUJU ERA REVOLUSI 4.0



Perkembangan zaman selalu berdampak pada berbagai hal yang berubah mengikuti kebutuhan perubahan yang ada. Saat ini berdengung zaman yang dianggap zaman yang serba memanfaatkan teknologi dalam berbagai hal termasuk dalam pengelolaan perguruan tinggi. Zaman yang saat ini menuntut berbagai perubahan dalam segala aspek hingga disebut dengan era revolusi industri 4.0, dimana perguruan tinggi harus memaksimalkan metode perkuliahan agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan maksimal serta menonjolkan keunikan dan nilai tambah (added value). Hal ini disebabkan pada era revolusi industri 4.0 terjadi pengintegrasian antara sistem otomasi dan internet dengan sistem produksi industri. Hal ini menjadi tanda persaingan dalam dunia industri semakin kompetitif.

Sehingga perguruan tinggi dalam hal ini harus membuat manajemen pengelolaannya dengan pendekatan teknologi. Hal ini bukan tanpa alasan, karena mahasiswa sebagai sumber daya manusia yang dihasilkan oleh perguruan tinggi harus terbiasa dengan teknologi. Maka mahasiswa harus memiliki added value untuk bekal agar bisa bersaing dan unggul apalagi harus bersaing dengan lulusan-lulusan asing di era revolusi industri 4.0. Hal ini menjadi pekerjaan rumah perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan dunia industri dengan menghasilkan lulusan-lulusan yang unggul dan kompetitif sehingga dapat mudah terserap lapangan kerja. Perguruan tinggi harus mengoptimalkan setiap program yang ada bahkan berinovasi membuat program-program guna mengakomodasi kebutuhan mahasiswa untuk terus menggali potensi dan kompetensi untuk bersaing di era kompetisi terlebih berdasarkan data pada bulan februari 2019 ini jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi meningkat.


Sehingga program-program yang dapat dimaksimalkan oleh perguruan tinggi untuk dapat bersaing di era revolusi industri 4.0 diantaranya adalah sebagai berikut :


      AProgram Magang

Program magang merupakan sebuah kewajiban bagi mahasiswa, hal ini merupakan program rutin perguruan tinggi dalam rangka mengenalkan mahasiswa pada dunia kerja. Dengan mengikuti program magang ini, mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja yang akan berdampak setelah lulus mahasiswa akan menjadi sumber daya manusia yang mudah untuk bekerja sama. Bahkan mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman empiris, bagaimana ilmu yang didapatkan di kelas langsung diaplikasikan di dunia kerja.

Maka pelaksanaan program magang yang dilakukan oleh sebuah perguruan tinggi sangatlah penting, apalagi juga dijadikan sebagai acuan kurikulum untuk evaluasi dalam konteks perkuliahan berdasar pada pengalaman empiris mahasiswa. Sehingga harus dipastikan perguruan tinggi yang dipilih oleh mahasiswa harus memiliki program magang di perusahaan bertaraf nasional atau bahkan internasional. Karena iklim kerja dan keahlian yang dibutuhkan pada dunia industri nasional dan internasional merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki mahasiswa untuk bersaing di dunia industri.


B.     Penerapan Bahasa Asing

Kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu nilai tambah (added value) bagi seorang mahasiswa untuk mampu bersaing dalam dunia industri. Hal ini bukan tanpa alasan, karena perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia sebagian besar ownernya adalah orang asing yang sudah tentu menggunakan Bahasa asing dalam berkomunikasi.  Sehingga saat ini bahkan di masa depan, persaingan mendapatkan pekerjaan juga akan semakin ketat. Pasalnya, kita tidak hanya bekerja dengan orang berkewarganegaraan yang sama dan berlokasi di negara sendiri. Melainkan juga bekerja sama dengan negara asing.

Untuk itu, mahasiswa harus bisa mengasah kemampuan berbahasa asing. Apalagi kini para generasi muda akan menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang menuntut setiap mahasiswa sebagai calon tenaga kerja di Dunia Industri harus memiliki kemampuan berbahasa asing secara khusus Bahasa inggris dengan baik. Hal ini menjadi pekerjaan rumah perguruan tinggi tentunya, karena mengingat mata kuliah Bahasa inggris pada program studi non Bahasa inggris itu tidak lebih dari 6 SKS atau 2 (dua) semester dipelajari mahasiswa. Sehingga perlu adanya evaluasi secara komprehensif terkait kemampuan Bahasa Inggris mahasiswa dengan mengadakan simulasi toefl (Test of English as Foreign Language) atau ielts (International English Language Testing System) bahkan, yang dilakukan perguruan tinggi secara berkesinambungan guna terus mengevaluasi dan mengasah kemampuan berbahasa inggris mahasiswa.


C.      Kurikulum Yang Selaras Dengan Industri

Kurikulum memiliki peran penting dalam pelaksanaan penyelenggaraan perkuliahan. Hal ini dikarenakan kurikulum menjadi rujukan terkait apa yang diajarkan kepada mahasiswa dan apa yang akan dimiliki mahasiswa setelah lulus. Maka sebuah perguruan tinggi harus memiliki kurikulum yang selaras dengan industri saat ini, agar bisa mencetak lulusan yang berkualitas. Kompetensi mahasiswa akan bergantung pada kurikulum seperti apa yang diterapkan dalam sebuah perguruan tinggi. Sehingga kurikulum ini harus mampu memfasilitasi kebutuhan kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa dalam dunia industri.

Sehingga kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mampu beradaptasi dengan zaman dan waktu, dia harus mengikuti segala perubahan yang ada dan selalu menghasilkan inovasi-inovasi sebagai jawaban atas perubahan zaman. Kurikulum pada perguruan tinggi harus dianalisis secara komprehensif juga, terutama dengan melibatkan stakeholder perguruan tinggi yakni dunia industri untuk melihat sejauh mana kebutuhan dunia industri agar perguruan tinggi mampu mengakomodasi dalam pelaksanaan kurikulum yang dibutuhkan dunia industri dan yang paling penting adalah dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang berkompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

 

     D.      Program Dual Degree Internasional

Program dual degree internasional merupakan hal yang masih asing ditelinga dunia pendidikan Indonesia karena masih jarang ditemui di Indonesia namun sebenarnya sangat dibutuhkan mahasiswa zaman now. Melalui program gelar ganda, mahasiswa akan memiliki kompetensi yang lebih komprehensif terkait keilmuan yang dipelajarinya karena program ini menerapkan kurikulum berstandar perguruan tinggi Indonesia dan rekanan di negara lain. Selain itu, mahasiswa akan mendapatkan dua gelar berlaku setara melalui program ini. Namun hal ini perlu dikaji lebih lanjut secara komprehensif dan yang menentukan kebijakan yakni pemerintah harus melihat ini sebagai sebuah peluang untuk membuat inovasi terkait menyiapkan lulusan-lulusan perguruan tinggi sebagai sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi. Namun secara garis besar bahwa program ini membuka peluang bagi generasi masa depan untuk mampu bersaing dengan lulusan asing.

 

     E.       Kerja Sama Erat dengan Dunia Industri

Perguruan tinggi saat ini harus melakukan kerja sama-kerja sama yang dapat berkontribusi pada kemajuan perguruan tinggi bukan hanya tuntutan untuk memenuhi akreditasi perguruan tinggi yang menuntut kerja sama dengan berbagai pihak. Hal ini juga merupakan program yang dapat berkontribusi terhadap mutu lulusan yakni mahasiswa karena kerja sama ini dilakukan dari mulai program magang hingga adanya komunikasi yang baik terkait kurikulum yang akan digunakan oleh perguruan tinggi.

Dengan kata lain bahwa perguruan tinggi yang mengadakan kerja sama dengan dunia industri akan mampu memantapkan kompetensi lulusannya. Dengan melakukan kerja sama dengan dunia industri, mahasiswa memiliki added value yang dibutuhkan oleh industri setelah lulus. Sebab, apa yang diajarkan oleh kampus pada mahasiswa memiliki kesinambungan dengan dunia industri. Kerja sama ini juga bukan hanya akan berdampak pada adanya kesamaan kualifikasi hasil lulusan antara perguruan tinggi dengan dunia industri tetapi juga akan berdampak secara komprehensif terhadap mutu lulusan sebuah perguruan tinggi dan kemampuan bersaing mahasiswa dalam dunia industri.

 

     F.       Pengelolaan Berbasis Teknologi

Seperti hal nya pada mukadimah di atas bahwa saat ini adalah zaman dimana semua hal sudah terintegrasi pada teknologi, semua sangat mudah untuk diakses karena pemanfaatan teknologi. Sehingga perguruan tinggi saat ini harus mengikuti perkembangan zaman dengan menyelenggarakan proses akademik dengan pemanfaatan teknologi. Pengelolaan sistem akademik atau secara umum pengelolaan perguruan tinggi berbasis teknologi merupakan upaya untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa, dengan lahirnya budaya teknologi sehingga mahasiswa terbiasa dengan pemanfaatan teknologi. Oleh karenanya, bahwa pengelolaan berbasis teknologi memiliki manfaat untuk perguruan tinggi diantaranya adalah sebagai berikut :

1)             Memudahkan proses pengelolaan data akademik dan non akademik

2)             Integrasi data

3)             Pusat informasi

4)             Alat rekam segala kegiatan perguruan tinggi

5)             Memberikan laporan perkembangan dosen dalam kegiatan perkuliahan

6)             Perguruan tinggi lebih modern

7)             Laporan yang komprehensif

8)             Memudahkan laporan pada Kemenristek

9)             Panduan penyusunan kebijakan perguruan tinggi

Sedangkan pengelolaan berbasis teknologi memiliki manfaat untuk mahasiswa secara umum adalah sebagai berikut :

1)           Mahasiswa memiliki kebiasan dengan mengakses teknologi

2)           Memudahkan mahasiswa dalam pengisian dan perbaikan KRS

3)          Memudahkan dan mempercepat registrasi atau her-registrasi dan pembayaran biaya akademik mahasiswa

4)       Memudahkan memperoleh data IPK persemester, jadwal mata kuliah, nilai UTS, nilai UAS, nilai tugas, remedial dan informasi-informasi terbaru program studi

5)         Mahasiswa dapat melihat nilainya melalui sistem informasi akademik mobile yang lebih cepat dapat diakses

6)            Mahasiswa dapat mengetahui informasi akademik kapan saja dan dimana saja.

Dengan demikian bahwa perubahan zaman yang selalu menutut perubahan-perubahan dan era revolusi industri 4.0 yang sudah didepan mata menutut perguruan tinggi untuk terus berbenah diri dan calon-calon mahasiswa harus memiliki pertimbangan dalam menentukan perguruan tinggi mana yang dapat mengkomodasi tujuan hidupanya. Sehingga setiap elemen harus sama-sama saling berkolaborasi guna menghasilkan sebuah pelayanan perguruan tinggi yang dapat berorientasi pada lahirnya mutu lulusan yang akan berkontribusi terhadap kemajuan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kompetitif. Rasanya dengan segala program-program yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi secara komprehensif, Indonesia harus optimis bahwa kita mampu menjadi sebuah bangsa yang unggul. 

artikel ini sudah di posting pada : https://www.pasundanekspres.co/opini/manajemen-perguruan-tinggi-menuju-era-revolusi-4-0/


About opan.arifudin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 Comments:

Posting Komentar

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITASPT. ALAM SUTERA REALTY TBK.

Penelitian ini dilakukan untuk melihat kondisi kesehata suatu perusahaan ditinjau dari segi likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. Jurna...